Koshien, Tournament Baseball Nasional Sekolah di Jepang

Negara Jepang terkenal memberlakukan sistem kerja yang keras dan disiplin sudah sejak usia yang sangat dini. Banyak pendidikan anak sekolah di negara tersebut yang dirancang untuk dapat menyampaikan keberhasilan dari situs sbobet88 indonesia mengutamakan faktor disiplin serta kerja keras yang perlu ditempuhnya untuk dapat menempuh keberhasilan. Tak heran jika sistem yang berlaku di Jepang cenderung sangat disiplin dan tegas dalam pembentukan watak para masyarakat setempat. Hal yang sama juga berlaku pada skala pendidikan seperti di sekolah para anak didik Jepang. Upaya berjuang keras sangat ditekankan untuk dapat memperoleh suatu manfaat tertentu yang ingin didapatkan. 

Salah satu perjuangan keras ini banyak diperlukan oleh para pelajar SMA di Jepang yang terlibat dalam olahraga baseball berskala nasional yang bertarung dengan seluruh sekolah di kawasan negaranya. Olahraga ini menjadi salah satu kewajiban besar yang perlu dilaksanakan dan diperjuangkan selain tanggung jawab dalam belajar untuk pendidikan sekolahnya. Memang beberapa aktivitas fisik dapat turut serta membantu perkembangan karakter banyak anak muda dalam mempersiapkan masa depannya yang membutuhkan kerja keras dengan kalangan rekan-rekan sekitar serta kerja keras yang dijalani.

Turnamen yang dianggap sama pentingnya seperti kepercayaan ini bahkan sering menjadi bentuk yang diagung-agungkan dengan sangat berlebihan oleh masyarakat Jepang. Hal yang sama juga terlihat dalam upaya kerja keras mereka untuk dapat meraih keberhasilan tersebut dalam olahraga yang satu ini. Bahkan hal yang sama juga dilakukan oleh sosok atlet terkenal yang sudah melancong hingga ke dunia internasional, yang tentu menjadi panutan bagi para generasi mudanya. Berikut artikel di bawah ini akan menjabarkan informasi panjang mengenai turnamen olahraga baseball yang sangat terkenal di jepang

Sejarah Turnamen Koshien

Kejuaraan ini diadakan setiap 2 kali dalam satu tahunnya. Dimana selalu diikuti oleh aneka sekolah di Jepang. Pada musim semi di bulan Maret yang lalu 32 sekolah terlibat sebagai anggota dalam turnamen nasional ini. Dan pada bulan Agustus tepatnya saat musim panas, jumlah sekolah yang terlibat mengikuti turut meningkat hingga 49 sekolah jumlahnya. Kejuaraan Koshien ini sendiri diadakan sejak musim panas pertama pada tahun 1915. Pada masa kini kejuaraan tingkat nasional tersebut diliput dan disponsori oleh surat kabar Asahi Shimbun. Sedangkan pada turnamen nasional yang berlangsung pada musim semi pertama diadakan pada tahun 1924. Di periode tersebut kejuaraan tingkat nasional serta proses peliputannya disponsori oleh surat kabar Mainichi Shimbun.

Kata Koshien itu sendiri diambil dari potongan Stadion Hanshin Koshien yang menjadi tempat berlangsungnya turnamen ini. Stadion ini sendiri berada di kawasan Ninomiya. Turnamen Koshien ini menjadi acara olahraga yang diliput besar-besaran oleh media Jepang, juga selalu diliput dan disiarkan oleh stasiun TV Jepang yang dapat diakses internasional menggunakan jaringan TV kabel dan sebagainya untuk dapat disaksikan oleh seluruh dunia yang berminat ingin mengetahui akan turnamen olahraga yang ramai di Jepang ini.

Tidak Hanya Menjadi Olahraga Biasa

Di negara Jepang itu sendiri popularitas dari olahraga baseball untuk pelajar tingkat SMA nya hampir sama pentingnya seperti agama bagi kepercayaan masyarakat. Hal ini pernah disampaikan oleh seorang jurnalis Robert Whitting dalam karya tulis terkenalnya. Memiliki keunikan tertentu dimana olahraga Koshien ini juga menjadi jenis olahraga yang sangat diagung-agungkan di Jepang. Bahkan saking tingginya rasa cinta akan segenap masyarakat Jepang terhadap olahraga yang diikuti oleh para anak pelajarnya ini, para peserta dari turnamen Koshien akan selalu membawa pulang segenggam tanah yang akan disimpan sebagai kenang-kenangan atas turut serta dirinya terlibat dalam olahraga besar tersebut.

Konsep ini dianggap mirip seperti kebiasaan para jemaah haji yang membawa pulang air zamzam sebagai kenang-kenangan telah mengunjungi tanah suci di masa lalu. Bahkan seorang staf yang menjabat sebagai panitia dari acara ini juga menyampaikan bahwa tanah Koshien menjadi suatu tanah yang dianggap suci keberadaannya bagi para pemain baseball di Jepang. Tidak hanya dianggap sebagai tanah biasa, tanah Koshien sering disamakan sebagai bentuk harta karun yang begitu agung untuk bisa disimpan. Sosok Ichiro Suzuki bahkan seorang atlet baseball yang sudah menjadi pemain legendaris masih menyimpan tanah Koshien di wadah yang disimpannya di museum yang didirikan oleh orang tuanya di daerah Toyotama.

Olahraga ini bahkan telah dianggap banyak orang sebagai suatu ajang untuk mendidik para penerus bangsa, pola pembentukan karakter tangguh serta pelajaran penting akan kedisiplinan, upaya berkorban, kerja keras, harmonisasi serta struktur hierarki kelompok yang penting untuk ditekankan. Bahkan untuk mendapatkan keberhasilan dalam olahraga ini, para pemain baseball di skala pelajar SMA tidak mengenal kalimat bersantai. Tidak hanya sekedar bermain-main untuk olahraga biasa, namun banyak pemainnya yang berhasil menunjukkan prestasi mereka dalam olahraga ini akan mendapat jaminan untuk bisa mendapatkan kontrak sebagai pemain profesional. Bahkan kontrak ini akan bermanfaat bagi mereka untuk dapat diterima di aneka perusahaan besar di masa depan mereka kelak saat terjun ke dunia kerja berkat penempaan karakter dari permainan baseball yang sudah memiliki struktur yang baik.

Sisi Gelap Efek Turnamen Koshien

Meskipun kegiatan ini terkesan amatlah baik dalam mempersiapkan pola hidup dan karakter dari segenap anggotanya, namun impian besar dari para pelajar SMA di Jepang ini tidak dapat dilalui hanya dengan langkah dan metode yang biasa-biasa yang sederhana. Upaya keras yang sedikit ekstrim bahkan perlu mereka lalui untuk dapat mencapai keberhasilan ikut terlibat dalam turnamen nasional di daerah Koshien ini. Latihan yang sering dihabiskan mereka seperti 3 jam setiap hari kerjanya, 4 hingga 5 jam untuk akhir pekan maupun hari libur, hingga menempuh 300 hari total dalam satu tahun menjadi harga yang perlu dibayar oleh para pelajar SMA di Jepang dalam bersiap-siap mengikuti turnamen ini.

Meskipun kerja keras untuk menempuh turnamen besar memang diperlukan dan menjadi suatu hal yang wajar untuk menempuh sebuah kejuaraan besar, namun upaya ini juga menjadi suatu bentuk rasa kesadisan yang berlaku bagi para pelajar SMA dalam persiapan untuk mengikuti kejuaraan besar ini. Selain dari faktor pelatihnya yang bukan merupakan pihak profesional, banyak tenaga, kerja keras, waktu hingga kondisi fisik dari para pelajar SMA Jepang di kalangan sekolah yang terlibat menjadi pengorbanan besar bagi para pelajar dari sekolah yang mengikuti turnamen tingkat nasional ini. Ditambah dengan pepatah kuno Jepang yang mengajar akan seorang pemain bela diri di Jepang perlu merasakan penderitaan terlebih dahulu untuk dapat membuatnya sampai ke status keberhasilan. Bagaimana pendapat anda mengenai sistem pelatihan olahraga baseball yang berlaku bagi para kalangan pelajar tingkat SMA di Jepang ini?